Wonoharjo, Pangandaran — Daun yang rimbun memang indah, tapi bisa jadi ancaman jika tak terkelola. Itulah yang mendorong Tagana Kabupaten Pangandaran bersama Kampung Siaga Bencana (KSB) Desa Wonoharjo untuk bergerak cepat melakukan pemangkasan pohon di sepanjang jalan raya desa, yang mulai dipenuhi dahan-dahan lebat dan menjulur ke badan jalan.
Kegiatan ini bukan sekadar aksi rutin, melainkan bagian dari langkah serius menjaga kondusifitas lalu lintas serta mengantisipasi risiko bencana, seperti pohon tumbang yang bisa membahayakan pengguna jalan. Tak hanya itu, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa mitigasi bencana bukan hanya soal evakuasi saat darurat, tapi juga pencegahan sejak dini.
Tagana sebagai pelaksana dari tingkat kabupaten memimpin langsung jalannya aksi lapangan, dengan KSB Wonoharjo sebagai mitra strategis di tingkat desa. Relawan dari kedua unsur ini bahu-membahu memangkas ranting dan dahan besar yang mulai membayangi jalan raya utama menuju kawasan wisata Pangandaran.
“Dahan-dahan yang terlalu rimbun ini sudah mulai mengganggu penglihatan dan pergerakan pengguna jalan, apalagi saat malam hari,” ujar salah satu relawan KSB. “Kami ingin memastikan jalan utama Wonoharjo tetap aman dan nyaman bagi semua.”
Kegiatan ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan Pemerintah Desa Wonoharjo. Kepala Desa menyampaikan apresiasi besar atas keterlibatan KSB dan Tagana. “Kami sangat mendukung kegiatan ini demi kelancaran lalu lintas. Kami harap KSB terus tumbuh dan siap siaga kapan pun dibutuhkan,” ujarnya.
Sebagai informasi, anggota KSB Desa Wonoharjo telah mendapatkan pelatihan khusus kebencanaan yang langsung dibimbing oleh Tagana. Bekal inilah yang membuat mereka sigap saat dibutuhkan—mulai dari bencana alam hingga kegiatan preventif seperti ini.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, Tagana dan KSB membuktikan bahwa kesiapsiagaan bukanlah slogan semata, tetapi aksi nyata yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.